Tulisan ini
disertakan dalam kegiatan Nulis Bareng Ibu. Tulisan lainnya
dapat diakses di website http://nulisbarengibu.com
Pagi ini seperti biasa ibuku bangun pukul 3 subuh,
mengambil air wudhu dan segera menggelar sajadah yang tidak lebih tebal dari
sajadah milikku, memanjatkan berbagai macam doa untuk ketiga anaknya. Sudah hampir
5 tahun ibuku tidur denganku di Kasur kapuk berukuran hanya cukup untuk 1 orang
ini. Selama kami tidur kami tak pernah berani saling mengusik satu sama lain
karena tau, Kasur ini sempit bahkan untuk 2 orang sekecil aku dan ibuku. Lalu
di pagi harinya ibuku berangkat mengajar ke sebuah sekolah menengah pertama di
kota besar ini, naik ojeg tentunya karena motor yang dibelinya beberapa tahun
lalu aku pakai untuk berangkat ke kampus. Ibuku selalu terburu-buru katanya
takut dimarahi kepala sekolah, Ah mungkin itu kepala sekolahnya saja yang
berlebihan, ibuku sudah bangun dari subuh kok dibilang kesiangan?.
Suatu hari
aku datang ke sekolah ibuku untuk mengambil barang, setelah aku parkir aku
datang ke ruang guru dan teman-teman ibuku bilang ibu sedang di mushola,
akhirnya aku menghampiri ibuku ke mushola. Aku anak ibuku yang sudah belasan
dan mau puluhan tahun bersamanya ini tentu tau yang mana ibuku sekalipun aku melihatnya dari
belakang, dan aku langsung mengetahui dimana posisi ibuku saat sampai di depan
mushola. Aku memilih untuk tetap berada di luar mushola menunggu ibuku shalat
sambal melihat sekitar. Ibuku shalatnya lama, tapi aku senang karena berarti
ibuku ingin dekat dengan penciptanya agar dilindungi dan diberi keselamatan
dunia dan akhirat. Ibuku senang membaca buku-buku agama dan akhirnya nanti ibu
akan menceritakan isi buku itu padaku karena ibuku tau aku lebih suka mendengar
daripada membaca. Sore harinya ibuku pulang dari sekolah dan langsung mengurusi
banyak hal yang berhubungan dengan siswanya selain mengurusi urusan dapur. Dari
sore hingga malam waktunya kebanyakan dihabiskan hanya dengan duduk diatas
kursi kecil plastik yang sudah ditambal lakban karena sudah potong sambil
mengerjakan sesuatu yang bersifat hitungan, mungkin itu daftar nilai. Jika
sudah lelah ibuku akan langsung tidur di Kasur yang juga aku tiduri.
Semakin
aku sering melihat
kegiatan ibu baik di
sekolah ataupun di rumah, aku semakin sadar tidur ibu mungkin tidak
nyenyak ditambah dengan Kasur sempit ini yang sering menjadi tempat kami
bercerita. Aku senang kalau ibu sudah bercerita tentang masa mudanya, walau
mungkin aku tak mengerti apa-apa tentang kehidupan di desa.Ibu bilang waktu
muda dulu ibu tidak suka mata pelajaran yang menjadi jurusanku sekarang, ibu bilang ibu tidak
mengerti kenapa anaknya bisa jago mata pelajaran yang tidak ibu suka sama sekali.
Ibu sangat sering bercerita tentang hal itu diatas Kasur
ini sebelum kita tidur walau aku tau, sudah sangat sering ibu bercerita tentang
hal itu denganku. Ibu terlihat sangat bahagia saat menceritakan masa mudanya dan
mungkin kebahagiaan ibu bercerita bisa mengurangi ketidak-nyenyakan ibu tidur
diatas Kasur ini. Aku senang ketika ibu bilang mau beli sesuatu yang membuatnya
senang sendiri walau mungkin aku tak tau apa yang akan ibu beli. Ibu pernah
bilang ibu punya wajan yang panasnya merata dan nanti bisa dipakai buat bikin
ikan bakar tanpa harus membolak-balik ikannya. Ibu sangat suka dengan peralatan
dapur, ibu suka cerita sama aku kalau sudah beli alat dapur yang baru. Walau
aku tak mengerti, semoga dengan aku ikut senang bisa membuat tidur ibu lebih
nyenyak di Kasur yang sempit ini. Aku senang waktu ibu tau nilai-nilaiku
bagus,waktu ibu tau aku bisa cari uang sendiri walau kecil-kecilan,aku senang
liat ibu senang karena mungkin hanya itu yang bisa mengurangi rasa tidak nyenyak
ibu tidur di Kasur kecil ini.
Aku gabisa beli Kasur yang bagus, yang besar
karena kamar yang aku dan ibuku tempati pun sudah penuh dengan barang-barangku.
Aku gamau bikin tidur ibu makin ga nyenyak walau dengan tidak bergerak
samasekali saat tidur, karena ibu butuh tidur yang nyenyak biar bisa bangun
subuh, bisa ngedoain ketiga anaknya dan berangkat pagi-pagi dengan hati dan
raga yang segar. Nanti kalau kita sudah pindah rumah, ibu beli Kasur yang besar ya biar
tidurnya bisa lebih nyenyak. Buat sekarang aku Cuma bisa ngasih ini ke ibu biar
tidur ibu lebih nyenyak.
Semoga ibu selalu mimpi indah ya walau tidur pun harus menjaga posisi,
setidaknya di dalam mimpi ibu, ibu bisa bergerak bebas tanpa takut
membangunkanku.





